Alasan Xiaomi Mengunci Bootloader Di Smartphone Mereka

Pada tahun 2015 Xiaomi merilis smartphone mereka yakni Mi 4C dan smartphone Mi 4C ini merupakan smartphone pertama Xiaomi yang di kunci bootloadernya. Dan sejak saat itu semua smartphone mereka status bootloadernya “locked”. Keputusan Xiaomi mengunci bootloadernya menimbulkan pro dan kontra bagi fans nya, banyak yang kecewa karena memang dahulu Xiaomi justru memberikan kemudahan bagi kita untuk melakukan root dengan membenamkan fitur native root.

Baca Juga
  1. 2 Cara Reset Paling Ampuh Xiaomi Redmi 4 Prime
  2. Cara Hard Dan Factory Reset Xiaomi Mi5
  3. Cara Cek IMEI Hp Xiaomi Asli / Resmi Atau Palsu

Meskipun begitu Xiaomi sendiri masih tetap memberikan keleluasan kepada kita untuk dapat membuka kunci bootloader atau biasa disebut UBL (Unlock Bootloader) meskipun proses UBL di Xiaomi ini membutuhkan waktu yang lama sekitar 3 minggu bahkan lebih tidak seperti vendor smartphone yang lain.

Perlu sobat ketahui Bootloader adalah perangkat lunak yang berada di luar sistem android yang bertugas untuk mengatur program apa saja yang akan di jalankan saat pertama kali smartphonenya di hidupkan. Contohnya singkatnya seperti ini apabila System Android mengalami kerusakan otomatis Bootloader ini akan bisa mengatur untuk menjalankan Recovery ataupun masuk ke Mode Fastboot, sehingga kita bisa melakukan perbaikan dengan Recovery maupun fastboot.

Mengingat pentingnya fungsi bootloader ini, makanya Xiaomi dan beberapa produsen HP melindungi perangkatnya dengan mengunci bootloader sehingga HP mereka hanya bisa memuat sistem operasi yang terpercaya.

Untuk lebih lengkap lagi alasan kenapa Xiaomi mengunci bootloader di semua HP mereka, simak baik-baik di bawah ini

Alasan Bootloader Di Kunci Xiaomi

Alasan Xiaomi Mengunci Bootloader Di Smartphone Mereka
Pastinya ada alasan tersendiri kenapa Xiaomi mengunci Bootloader HP nya, padahal dulu Xiaomi terkenal karena memberi dukungan dengan memberikan opsi native root di smartphone mereka.

Kesuksesan Xiaomi menyebabkan banyak sekali HP mereka di jual secara tidak resmi alias Black Market, dimana HP Xiaomi yang hanya khusus untuk negara tertentu di jual ke negara lain, Xiaomi menjual HP mereka di tiap negara sedikit berbeda terutama dalam hal jaringan 4G, makanya terkadang ada yang mengeluh setelah melakukan update justru sinyal 4G mereka hilang.

Selain itu smartphone Xiaomi yang tidak resmi ini biasanya oleh para distributor disusupin berbagai aplikasi yang mengandung adware (aplikasi yang berisi iklan yang sangat mengganggu). Tentunya hal tersebut akan mengurangi kredibilitas Xiaomi di mata penggunanya maupun yang bukan pengguna Xiaomi.

Alasan lain karena Xiaomi mempunyai fitur untuk melacak HP saat hilang atau dicuri. Dengan masuk menggunakan akun Mi, HP yang hilang bisa dilacak keberadaannya. Tapi apbila HP Xiaomi tersebut telah diganti sistem operasinya atau di flash ualng, maka HP tersebut tidak mungkin bisa dilacak lagi. Nah itulah mengapa Xiaomi yang masih di lock bootloader nya tidak bisa menggunakan Mi Flash untuk melakukan flashing ulang.

Nah mungkin karena hal yang saya sebutkan di atas makanya Xiaomi memberlakukan semua Smartphone mereka harus di Lock Bootloadernya.

Saya sendiri masih bisa memakluminya selama mereka masih tetap mengijinkan kita melakukan unlock bootlaoder / UBL. Nah bagaimana dengan sobat?.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *